Minggu, 10 Agustus 2008

Riwayatku

HADIJAYA
glr Sangun Pengiran Dunggak Ijan

Dilahirkan pada pertengahan Januari tahun 1960 di sebuah rumah dinas komplek RS. Jiwa (kini RS. Dr. Ernaldi Bahar) Jalan H. Berlian – Sukabangun Palembang. Ayahanda adalah H. Dahlan Djaya Sempurna glr Mentri Dermawan bin Hayat glr Pandita Radja, adalah seorang pensiunan Mantri Jiwa yang pernah menyelesaikan pendidikan perawatan kesehatan jiwa di RS. Jiwa Cilendek Bogor era tahun 50-an (glr = julukan). Sedangkan Ibunda bernama Halimah binti H. Yahya Mangku Negara, ibu rumah tangga sekaligus sebagai ustadzah. Kedua orangtua merupakan pewaris keturunan PATIH RANGGO yang merintis kampung anak keturunan yang kini dikenal dengan nama Kampung Semendawai Kecamatan Cempaka Kabupaten Ogan Komering Ulu (adanya pengembangan wilayah OKU, kini berubah nama menjadi OKU TIMUR dan OKU BARAT). Nama kampung ini mirip dengan nama Semendawai di Kalimantan. Konon nama tersebut diberikan Belanda karena berdasarkan penelitian mereka bahwa karakteristik masyarakat setempat mirip dengan suku Dayak yang mereka pernah ketahui sebelumnya... Belanda menyebut sebagai JOLMA DAYA. Pengertian ini sebetulnya bermakna sebagai “orang yang berkekuatan (berdaya)”… karena awal mula pembentukan Sriwijaya adalah gabungan 1000 pemuda dari tiap kampung disepanjang sungai Komering yang menyatukan diri sebagai prajurit. Disebut sebagai orang yang berkekuatan karena didaerah ini semenjak doeloe kala sudah ada basis ilmu-ilmu supra natural. Nama komering konon menggunakan nama saudagar India yang ketika itu aktif mengumpulkan buah gambir dan rempah dari Komering Ulu. … demikian ceritanya, wallahualam bisshawab.
Ogan dan Komering Ulu (OKU) itu masing-masing sebetulnya adalah nama dua sungai, yaitu sungai Ogan dan sungai Komering dimana disepanjang alur sungai tersebut berdiri sejumlah perkampungan.
Tak jarang “anak komering ulu (anku)” yang mengklaim dirinya sebagai cucu Tandipulau atau tuan di pulau (julukan bagi seorang sakti yang makamnya hingga kini dikeramatkan di komering) dan yang lucu adalah anku tersebut tak dapat menunjukkan silsilah garis keturunan yang tersambung kepada Tandipulau.
Tandipulau menurut penuturan beberapa sesepuh Iwari Cempaka adalah seorang penyebar ajaran islam yang bernama Syech Hamim Muhamim atau Syeh Abdurahman.
Anak keturunan masyarakat komering yang memiliki silsilah otentik adalah tersambung dengan PATIH RANGGO. Benda bersejarah yang mereka wariskan dan hingga kini berada ditangan saya adalah sebuah senjata tombak yang dinamai “Surampang Kalacerta”.
Berdasarkan silsilah patriachat yang dimiliki ayahanda saya (dari catatan yang ditulis kakek kami Hayat Panditaradja yang pernah menjadi Punggawo 1937-1943) , maka nama lengkap saya :
Hadijaya bin H. Dahlan Mantri Dermawan bin Hayat Panditaradja bin Punggawo Djaga Desa bin Depati Cahya Marga bin Depati Pulau Enggang bin Kaypati bin Patih Ranggo.
Hadijaya adalah putra kedua dari tujuh bersaudara. Putra/ putri pertama (kakak sulung) bernama Dr. Rosdiana, seorang dokter Kesehatan Jiwa. Adik (nomor 3) bernama Zulkifli ST.Ars., seorang Arsitek. Adik (nomor 4), bernama Yuni Lusida, S.Kes, pengadministrasi rumah sakit. Adik (nomor 5), bernama Robbani Fitry, Serka Polisi. Adik (nomor 6) bernama Andi Sriwijaya SE, Menejer perusahaan jasa pengiriman barang di Palembang. Adik bontot (nomor 7,) bernama Nurkhasanah SE, ibu rumahtangga/ isteri Komisaris Polisi di Palembang.
Riwayat singkat pendidikan… Dimulai dari masuk sekolah Taman Kanak-kanak dan SD Muhammadiyah di Balayudha Palembang. SMP Negeri 10 di Ariodillah Palembang. STM Kimia di Palembang. Akademi Perindustrian (Tehnologi Industri) Yogyakarta dan Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan (Kimia) di Universitas Terbuka. Saat ini tengah mempersiapkan pendidikan lanjut Magister Education di sebuah Perguruan Tinggi swasta di Jakarta.
Hadijaya, memiliki seorang isteri bernama Isrofie Abdul Hadi yang berasal dari Magelang. Memiliki 3 putra, masing-masing bernama Tamam Galihway, Irhamullah Danalhad dan Arief Hidayatullah.
Bekerja sebagai fungsional Litkayasa disebuah Lembaga Litbang di Serpong dan sebagai Tenaga Pengajar Ekstra Kurikuler Penelitian/ Karya Ilmiah Remaja di beberapa SMA (negeri maupun swasta) diwilayah Bogor dan Tangerang. Sebagai fungsional penelitian dan perekayasaan (Litkayasa) tentu saja aktif menulis makalah dan kadang-kadang juga membuat cerpen termasuk pantun… hehehe.

Rabu, 09 Juli 2008

Pantun Bahasa Komering

Contoh pantun yang sudah amat sering dilantunkan anak-anak muda dari komering Cempaka antara lain adalah sebagai berikut :

Pantun jak tiuh sikam, dongi koda pay :

Aluk aluk bu jangguk
Kacici pandai ngaji
Alang balak na hotuk
Kadongian jak Jambi

Bubiduk di way doros
Timbana bawak joring
Saro saro ku todos
Asak hatiku honing

Midang midang di talang
Pa halu kobun karit
Bulungna ti kulibang
Gitohna jadi duit

Dang asak kayu jati
Ina kayu campodak
Dang asak makan gaji
Ina pandai ti hodak

Sapsap ku sapsap
Anak raja nganik limus
Basa nyak burusap
Tian bola ti cangus

Hehehe... anjuk sinada pantun say biaso sikam luahko basa sikor kumpul rik kanca.

Sekalipun Suku Komering berada dalam wilayah Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) akan tetapi dari sisi bahasa tentu saja berbeda dengan bahasanya suku Palembang. Perlu anda ketahui bahwa wilayah Sumsel memiliki 5 etnis yang berbeda bahasanya, antara lain : Komering, Musi Banyuasin (Sekayu), Lahat, Ogan, dan Palembang. Bahasa Palembang (perkotaan) merupakan bahasa yang dapat dimengerti oleh berbagai komunitas etnik tersebut. Bahasa suku Palembang dapat disimak dari cuplikan pantunnya sebagai berikut :

Inila diyo pantun wong kito yang biaso galak kami baco mon lagi ngumpul samo kawan :

Nak kemano kau bujang
Nak nyari umpan cacing
Nak kemano kau bujang
Nak nyari gadis keriting

Alangka lemak beli cempedak
Makan cempedak dibagi duo
Alangka lemak tunangan parak
Tunangan parak senangla galo

Tentu saja nyata sekali perbedaannya. Pada umumnya orang dari berbagai etnis mengerti berbahasa suku Palembang namun komunitas suku Palembang hanya mengerti sedikit bahasa komering, sekayu, ogan dan lahat dan sulit menguasai percakapan (conversation).

Pantun Nasihat

TINTA PRINTER YANG MEMBEKU

Sang waktu senantiasa melaju
Dan tak mungkin mau menunggu
Materilah yang selalu menanti waktu
Menghamburkannya sebagaimana perlu
Tanpa peduli.... waktu pasti ’kan berlalu !

Cermati olehmu menejemen waktu...
Itu adalah wasiat Pangersa Guru
Cendekiawan nan sarat ilmu,
Pembaca dan penulis buku.
Karyawan dan juga serdadu....
Jika kalian pandai mencermati itu,
Maka tak ’kan pernah terburu-buru
Seperti si Blegug yang dikejar hantu

Bapak dia... orang nomor satu...
Dipercaya memimpin pabrik sepatu
Mobilnya-pun selalu baru !
Setelah bedug subuh bertalu-talu
Sang bapak mulai melaju...

Si Ibu adalah sarjana FISIP S-1
Alumni dari Universitas ANU
Wanita berdarah biru yang ayu.
Keluarga ini sedang tak punya babu
Maka si Ibu yang padamkan lampu
Pagi-pagi dia-pun mulai menyapu
Sementara si Blegug tak mau tau
Dibuai hayalan sampai jam 7

Pandangannya redup dan sayu
Badan lunglai dan tampak kuyu
Dipunggung terhampar panu...
Mengidap pula gejala usus buntu

Dia berdiri termangu-mangu
Lalu jongkok bagai terpaku
Tempo-tempo dia cemburu
Terkadang tensinya bagai dipacu
Ketika dilirik tersipu-sipu
Menatap langit ... lalu ’ngguyu
Masa depan nan kelabu ...

Ketika itu hari sabtu...
Ia memakai kaos berlogo kutu
Lengas kuali dibikinnya gincu
Barusan selesai nyanyikan lagu :
” Buka pintu... buka pintu...”
Tiba-tiba ia diringkus intel Si Mata Hiu
Digiring tamu itu naik perahu
Diasingkannya ke Pulau Sembilu
Delik pertama ... pengguna shabu !
Dakwaan kedua ... ijazah palsu !

Tinta hitam yang membeku
Didalam head printer kesulitan metu
Maka tulisan ijazah jadi tampil abu-abu
Tapi karyawan “blegug” diam membisu
Lebih asyik mendengar nyanyian merdu
Sambil jarinya ketok-ketok bangku
Unit kerja itu ... tak menjunjung mutu

Kualitas tulisan mengundang tipu
Print out samar bisa dihapus tissu
Dicetak ulang dengan nama cucu
Ini tentu saja perbuatan keliru !
Namun situasinya bangkitkan napsu
Konon...ijazah aspal dijual laku
Bahkan bisa dibarter lembu
Konsumennya tentulah ”anak berudu”
Yang bermanja dibawah ketiak ibu
Awal mula hidupnya bermanis madu
Akhirnya di-bui sepahit empedu
Wastaghfiruhu... !!

Ijazah cetak borong ini membikin lesu
Tulisan yang tertera seharusnya jitu
Bukan tinta yang hanya tahan seminggu
Walaupun lembar ijazah hampir 3 ribu
Jangan pula minjam tekenan pembantu
Dari cross check mata hiu ... dia tau
Ayunan pulpen seolah malu-malu
Seperti gadis lugu pengantin baru
Berbaring gusar dalam kelambu...
Melihat kakanda pegangi cerutu
Yang kian mengeras bagaikan batu

Goresan pulpen yang begitu kaku
Tarikan garisnya seakan penuh ragu
Nyata kalau itu tekenannya orang T.U
Apa ini dibenarkan, lalu anda setuju ?!

Setelah bertapa hampir sewindu...
Masih perlu ambegan tanpo nesu !
Agar besok sekolah kita tak bikin malu,
Maka janganlah teledor wahai bapak-ibu !

Senin, 23 Juni 2008

KERJA NYATA MASUK DESA … OKE ?!

Rekreasi kok hanya ke Ragunan
Teraktir kerabat-pun di Matraman
Sudah sering ketemu Polwan
Dengan Hansip bawa pentungan
Berlari mengejar kawanan preman

Sesekali menjadi rimbawan
Naik gunung dan masuk hutan
Tidak usah bawa senapan
Hanya boleh bawa gretan

Mahasiswa ’khan baru selesai ujian
Ayo bergembira ... wahai teman-teman !
Baik lelaki atawa perempuan
Semua angkatan masuklah barisan
Bersama dosen - tutor dan juga dekan

Misal … ke Merapi nan diliputi awan
Kita nikmati pemandangan
Digunung itu tak ada delman
Jadi naik motor saja dari Sleman
Menuju desa Mbah Marijan

Sedia payung sebelum hujan
Tetap waspada kondisi riskan
Ini hanyalah sekedar himbauan
Semoga tak sampai jatuh korban

Bagi yang hobi mancing ikan
Bawalah kail dan juga umpan
Disana-pun ada buah-buahan
Apalagi kini musim durian

Hehehe… ide ini memang edan !
Selama ini toh… belum dilakukan
Civitas akademik UT ke pedesaan
Mari segera direncanakan !
Turun kedesa berombongan
Bagaimana kalo bulan depan ?

Sambil meninjau rakyat pedalaman
Mungkin ada yang kelaparan
Beras tak punya gak bisa makan
Hmmm… kasiaaan !

Rakyat miskin jangan biarkan
Makan ikan asin dan lauk belacan
Orang intelek perlu kesadaran
Terutama yang berposisi mapan
Apalagi yang pegang jabatan

Di bank punya simpanan
Cairkan uang tanpa agunan
Hidup penuh kemudahan
Juga bergelimang kemewahan

Selagi hayat dikandung badan
Saudara yang lemah jadi tanggungan
Supaya rejeki dijamin aman
Tuluskanlah hati … wahai hamba beriman !

IKUT MUNAS TAPI MASIH WARAS

TERBUKA... sebuah nama Universitas
Belajar jarak jauh menjadi ciri khas
Pondok Cabe (PC) tempatnya bermarkas
Sebagai sentral pengendalian aktivitas

Namun PC pusat kemacetan lalu lintas
Padahal disitu IKA Ute akan ber-Munas
Maka ... janganlah lupa siapkan Satgas
Kerahkan adikmu yang berwajah ganas

Dia ... yang mampu bertindak tegas
Bergerak lincah dan sangat tangkas
Tapi tetap santun dan tidak beringas
Terutama mereka ... yang mau ikhlas
Dan dia … yang anti permainan culas

Bukan ... yang suka bermalas-malas
Atawa tangannya yang suka meremas
Mata ... yang suka ngintipin brankas
Berkacak pinggang dan lempar gelas
Akrabnya cuma dengan miras...
Dekat ujian ... Tutorial ke ”Malvinas”

Kalo ada joky nyelinap saat UAS
Jangan segan lapor Petugas
Jangan pula dia kau tebas
Karena dia itu bukanlah unggas
Maka ... cukup bawa dia ke Lapas

Ketika masuki era tinggal landas
Semua yang maya seakan buas
Siapa berhenti akan tergilas
Apapun penghalang pasti dilibas

Benda yang samar terlihat kontras
Layanan baik-pun tak jamin puas
Apalagi buruk pasti diberantas
Tak kuat iman tentu ’kan cemas

Adalah alumni bernama Anas
Pria yang ngaku dari Andalas
Selain berbisnis tanaman hias
Juga kerjanya nyopir Bis Patas

Pagi hari start dari Kebon Nanas
Menuju Senen ... lewati Monas
Tiba-tiba sepeda motor melintas
Sang pengendara nyaris tergilas

Si hitam manis lambaikan kipas
Tak salah ingat namanya Imas
Disiang bolong berteriak keras...
”Hai alumni IKA UTeee... horaaas !”

Nyopir bis seharusnya mawas
Tetaplah tenang dan jangan waswas
Keselamatan umum jadikan prioritas
Supaya bisa pulang bawa beras

Kumpulkanlah terus uang kertas
Dihemat dan ditabung yang selaras
Kalaulah cukup belikan kulkas
Atawa buat beli gelang emas

Ingatlah... wahai mbakyu dan mas
Dijaman sulit pengeluaran harus jelas
Yang tak urgen perlu dipangkas
Beli sesuatu hanya yang pantas

Lihatlah kebawah banyak yang melas
Mereka yang tak punya kompor gas
Memakai kayu kering sebagai kokas
Setiap hari meniup arang panas
Mukanya lebam dan mengelupas

Petak sawah mereka sudah dilepas
Sisa warisan habis terkuras
Gentingpun bocor air tampias
BBM naik... nasibnya na’as
Dilupakan ?... tentu dia ‘kan tewas !

Alumni IKA UTe mengenakan jas
Gayanya hendsyem penuh formalitas
Hadir ke Munas dengan bergegas
Sambil mengusung bermacam berkas

... itulah tugas-tugas
... untuk digagas,
... lalu dibahas,
... dan harus tuntas !!

Mereka siap bekerja keras
Walaupun diwisma banyak nian agas
Gatal dikukur pakai ampelas
Pipi yang halus menjadi buras

Gunakan saja air lengkuas
Lalu gatalnya dikuwas-kuwas
Cukup memakai secuil kapas
Gosok terus buuuk... sampai puas !

Memang rasanya sedikit pedas
Tapi manjur dan tak merusak paras
Rasa gatal dijamin bebas
Namun ... sesudahnya perlu dibilas
Supaya tak ada bau membekas

Sebelum bapak masuki kelas...
Bacalah dulu iklan di ”Kompas”
Cari tau villa berhalaman luas
Yang dikelola... abah Cibodas

Refreshing ’kan perlu... pasca tugas
Supaya semuanya menjadi impas
Kepala ringan bak habis keramas
Otot yang kaku kembali lemas

Maklumlah ... namanya juga Munas
Pemikiran peserta bakal terkuras
Keluargamu tentu menanti cemas
Berharap kau pulang dan masih waras

Selamat ber-Munas ... hehehe .... hehehe...

Serpong, 11 Juni 2008

Jumat, 13 Juni 2008

BAY-BAY NGAMUK ALA CIPASERA

BAY-BAY NGAMUK ALA CIPASERA

Ada pepatah mengatakan : “Harimau mati meninggalkan belang. Manusia mati meninggalkan nama”. Didalam sebuah nama, ada makna atau arti yang menyertainya. Secuil nama dapat menguak sejarah masa lalu. Dapat membuat orang menjadi bangga, masygul, kecewa, ketawa, sinis bahkan minder. Tabiat dan tingkah laku dapat melahirkan sebuah nama, julukan ataupun istilah. Nama yang disandang juga dapat melahirkan pembentukan kepribadian. Ulama mengidentikkan nama dengan do’a. Nanghro Aceh Darussalam (NAD-RI) misalnya, sebagai negeri yang dido’akan agar selalu diliputi lautan keselamatan, bukan lagi lautan tsunami. Darussalam juga merupakan sebuah nama diantara sejumlah nama pintu sorga. Gunakan nama yang baik untuk diri kita, anak keturunan, produk inovasi, juga untuk lingkungan kita, …. kenapa tidak ?
Diemperan terminal Musi, dua orang muda-mudi menghampiri pedagang asongan yang lagi mangkal. “Bang !, tolong bungkuskan pempek pistel sepuluh biji, gomak sepuluh biji dan... degodo juga sepuluh biji !”. Si penjual segera memasukkan sejumlah makanan yang dipilih pembeli kedalam kantung plastik. Pemudinya masih menjamah jenis penganan lain dan bertanya: “Kalau yang ini kue apa bang, kok sepertinya juga enak ?!”. Sambil menaruh bungkusan, si penjual menjelaskan bahwa penganan goreng yang dibuat dari adonan pisang lembek dan tepung beras itu namanya “bay-bay ngamuk”. “Haahh… bay-bay ngamuk ?!”. Sontak muda-mudi itu terpingkal-pingkal melepas tawa. Bay-bay ngamuk artinya bibi tua mengamuk. Ketika si Pemuda minta agar pedagang asongan membungkuskan beberapa biji, Pemudinya malah mengatakan : “Ahh !, nggak jadi ahh !”. Ini contoh kasus tentang nama penganan. Si Pemudi tak berselera menyantap makanan yang memiliki nama nyeleneh dan terkesan canda-gurau.
Ditengah keseriusan acara rembug perkawinan, wajah Bu Lenni Watini terlihat keruh dan acuh tak acuh. Selidik punya selidik, ternyata dia kurang sreg dengan sebuah nama yang diucapkan protokol. Joni bin Pengki, nama calon besan. Pengki, sepotong kata yang mengundang risih. Bukankah Pengki alat pengusung sampah ruang ?! Suami yang sejak awal acara duduk mendampingi, berusaha menghibur sambil berbisik. “Ikhlaskan saja bu, yang penting besan kita orang baik-baik …. Pengki, masih lumayan ketimbang nama mertua adik tiriku”. Bu Lenniwati mulai terpancing untuk bicara.
“Siapa … mertua adik tirimu yang dimaksud ?”
“Namanya : Mimin binti Kacung !”.
“Anak kita senasib dengan adik tirimu !”, hardik Bu Lenni sambil menyeringai seperti keledai mabuk birahi. Dalam perjalanan pulang kerumah, si suami mengungkit-ungkit lagi soal nama. “Apalah arti sebuah nama !” katanya. Si isteri tak menanggapi dan tetap mblekuthut. Ini contoh kasus kedua, bukan nama bersahaya dan apa adanya tapi lebih merupakan nama yang terlecehkan. Sepenggal nama sumbang dan terkesan tak memiliki bobot intelektualitas, sulit diterima orang lain.
Inneke, gadis melankolis yang mahasiswi semester akhir sebuah universitas tak bermerek, ditugasi ibunda yang berada di negeri Jiran Malesiak untuk mencari info tanah buat calon lokasi rumah yang akan dihadiahkan untuknya. Orangtua berharap, putri semata wayang itu menemukan tanah yang cukup luas dan relatif murah. Eyang kakung ikut membantu membolak-balik iklan beberapa koran. Mereka berdua mencatat beberapa iklan untuk luas tanah berkisar antara empat ratus sampai lima ratus meter persegi, murah dan berada ditepi jalan raya. Eyang kakung segera menghubungi salah satu nomor telpon. Lawan bicaranya menyarankan agar mereka tinjau saja dulu ke lokasi, soal harga masih bisa negosiasi. Tapi ketika calon penjual menyebutkan lokasinya adalah Pasar Jengkol Gunungsindur, kontan Inneke mogol. “Saya nggak mau menetap di Pasar Jengkol atau Pasar Cipete sekalipun, maafin loh yank !” ujarnya manja. Ternyata Inneke alergi dengan nama-nama wilayah yang rada nyeleneh. Kalau orang menyebutkan kata jengkol, pete atau pun kabau, yang terbayang olehnya adalah bau pesing. Orang jauh tentu menduga bahwa wilayah tersebut memiliki limbah kamar mandi yang tak ramah lingkungan. Walaupun sejatinya tidak demikian.
Lalu disebuah klinik bersalin, sepasang insan yang baru sehari dikaruniai bayi, belum berhasil menetapkan nama putera pertama. Mereka berdua selama ini sibuk berdagang elektronik hingga lalai menyiapkan nama untuk si bayi. Ibu yang berbahagia itu bernama Tarsia Chong dan suaminya Hengki Wicaksono. Pada mulanya Bu Bidan masuk kekamar pasien lalu menyodorkan map berisi selembar formulir surat keterangan kelahiran untuk diisi. Si isteri segera menuliskan nama: Dimas Hengki. Namun ironis !, sang suami menolak mentah-mentah bahkan mencoretnya. Asal muasal nama Dimas, sudah ketahuan dari buku diary dekil milik Tarsia yang teronggok bersama setumpuk majalah bekas digudang rumah mereka. Ternyata Dimas adalah nama mantan pacar Tarsia tiga tahun lalu. Sang suami menggantinya dengan nama yang lebih indah : Lipay Xie Fat Chay, sesuai tanggal kelahiran yang bertepatan dengan tahun baru imlek. Tarsia Chong tidak mau mencantumkan tandatangan. “Terlalu mengada-ada, tandatangani saja sendiri !” katanya seraya membelakangi. Bu Bidan tersenyum kecut menyaksikan cekcok kecil yang sebetulnya tak perlu terjadi. Namun ketika diminta masukan, Bu Bidan mengusulkan solusi : “Pakai akronim nama kalian saja !” ujarnya dengan maksud supaya tercapai rasa keadilan dikedua pihak. “Misalnya : Tarhengwi; Hengwitar; Hengtar Chong atau apalah !” lanjutnya rada kebingungan sambil buru-buru meninggalkan kamar pasien. Ini contoh kasus keempat, rekayasa olah nama yang tak segera membuahkan kesepakatan. Nama-nama berdasarkan akronim dari sederet nama pemilik andil, walau dirangkai-rangkai kerap tidak pas ditelinga, .... sumbang !!.
Empat contoh kasus nama, mulai dari nama penganan, nama orang, nama wilayah sampai nama akronim tadi dapat memancing reaksi penolakan jika kurang sedap didengar.
Lalu bagaimana dengan CIPASERA ?. Sebuah nama yang konon katanya merupakan akronim dari nama enam kecamatan yang ada dibagian selatan Kabupaten Tangerang; Ciputat, Cisauk, Pamulang, Pagedangan, Serpong dan Pondok Aren. “....Cipaseraaa ?!, kantin didepan kampus UT Pondok Cabe namanya PUJASERA !. .... Cipasera kok mirip nama kantin ? Jangan-jangan pamflet penolakan Cipasera yang tersebar disudut-sudut pasar Serpong dan Ciputat tempohari, lantaran nama cikal bakal Kota administratif yang tidak pass ditelinga !” demikian sergah seorang sobat ketika kumintai komentarnya.
Ternyata ... nama Cipasera yang kadung digelindingkan ”orang Tangerang” bisa bikin repot juga ya !, tapi .... biarkanlah nama Cipasera untuk sementara masih bergaung. Hanya saja pada masanya nanti nama Cipasera tak usahlah dipakai. Lahirkan nama lain saja... misalnya SERPONGJAYA. Serpong yang wilayahnya merambah kesemua penjuru bagian selatan Tangerang. Serpong yang tak membesar sendiri tapi dibesarkan oleh lima wilayah kecamatan sekitarnya (Ciputat, Cisauk, Pamulang, Pagedangan dan Pondok Aren). Serpong yangmana Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) telah menggaungkannya hingga kondang diberbagai belahan dunia. Negeri yang masyarakatnya kelak mendapatkan keadilan, kemakmuran dan peningkatan kesejahteraan. Kenapa malah nama ”Cipasera” yang mau digelindingkan dengan dalih nama akronim 5 kecamatan akan menjamin kesatuan ? ... apakah betul bisa menjamin kesatuan ?.... hanya perkiraan belaka !. Kenapa tidak mempedulikan faktor estetika dari sebuah nama ?... hmm... aneh juga ya rasanya! .... hehehe.
Saat ini alamat UT Pusat yaitu... Pondok Cabe Pamulang Tangerang Banten. Besok lusa mungkin ada yang merubahnya menjadi Pondok Cabe Cipasera Banten. Bukankah lebih sedap terdengar .... Universitas Terbuka Pondok Cabe Serpongjaya Banten.... ya nggak ! .... ya nggak !!
Sudah taukah kawan bahwa nanti .... hari Minggu, 20 Januari 2008 masyarakat Kabupaten Tangerang akan melaksanakan ”Perhelatan Akbar” yaitu Pilkada Kabupaten Tangerang ?. Sehubungan dengan soal nama Kotif Tangerang Selatan tadi, tentu saja pejabat Bupati/ Wabup terpilih kita harapkan lebih arif dalam memilihkan nama bakal Kotif Tangerang Selatan ini. Namun siapakah pemenang Pilkada Tangerang tersebut ?.... kita lihat saja nanti !, saya masih menimbang-nimbang calon mana yang terbaik (apakah pasangan ISMET & RANO KARNO ? atau pasangan JAZULI & AIRIN ? hehehe... tau dech ! ) namun setidaknya sampai sabtu malam punya satu pilihan diatara dua pasangan tersebut… tolong do’a dari teman semua, semoga Pemimpin daerah Kabupaten Tangerang yang terpilih (menang) …. adalah sosok Satrio Piningit yang memang handal dan dapat memajukan wilayah Tangerang…. Amien.
Salut juga dech dengan teman-teman emhaes ute yang rajin baca-baca cerita ya !.... hehehe. Uraian tadi merupakan tanggapan saya tentang pengembangan wilayah Tangerang Selatan dimana Kampus UT Pusat masuk dalam wilayah yang namanya sedang diobok-obok ”orang Tangerang”. Usulan nama Serpongjaya ini pernah saya layangkan pada Kelompok Budayawan Cipasera, namun mereka tak memberikan respon, .... entah mengapa kini nama Cipasera itu menjadi pudar bahkan nyaris tak terdengar lagi. Boleh juga sich kalau mau dibilang ”wahh... ndak masalah itu... wong apalah artinya sebuah nama !”. Dinamakan Pamulangjaya juga bagus… asal bukan Pujasera atau Cipasera.
Kita ini cuma lagi ngisi waktu sambil ”ngabuburit”... menanti saat-sat final pengumuman nilai hasil UAS 2007.2 … kita tunggu saja sambil menikmati penganan “bay-bay ngamuk” yang barangkali juga tersedia di kantin Pujasera UT Pondok Cabe…. hahahaha.
Keterlambatan pengumuman hasil UAS 2007.2 mungkin disebabkan adanya peningkatan jumlah mahasiswa dan karena nilai TAP (Tugas Akhir Program) yang terlambat masuk ke Pusjian. Sementara mengenai nilai UAS mata kuliah tertentu dari sejumlah mahasiswa tak keluar adalah lebih disebabkan oleh persoalan administrasi pada saat registrasi, misalnya karena teridentifikasi kurang bayar, atau kesalahan (tertukarnya) kode materi kuliah yang diajukan.
Dari buku tamu Pusjian, dapat diketahui bahwa tidak sedikit mahasiswa yang datang dari daerah yang jauh (NTT, Kendari, Palangkaraya, Batam, Padang, Palembang, Surabaya dll) datang ke UT Pusat Pondok Cabe untuk menyelesaikan nilai UAS yang tidak keluar. Mahasiswa tersebut bolak-balik dari Pelma ke Pusjian. Memang penyelesaian kasus nilai tak keluar ini akan lebih cepat diselesaikan jika emhaes ybs datang langsung ke UT Pondok Cabe Pamulang Tangerang BANTEN ketimbang via telepon ataupun surat.
Kunci data mahasiswa berawal dari registrasi (di Pelma) dan berujung di tampilan nilai (di Pusjian). Korelasi Pelma dan Pusjian dalam hal kasus nilai UAS mahasiswa, tak bedanya dengan rangkaian poros-poros roda gila pada sebuah mesin slepan (penggilingan gabah). Ketika ada satu poros yang mogol karena kurang pelumas maka sistim mekanik secara otomatis terkunci. Begitupun kiranya yang terjadi pada unit pengolah data di kampus online kita ini. Oleh sebab itu perubahan data materi kuliah yang diregistrasikan maupun pengalihan lokasi ujian atas permintaan rekan mahasiswa di Pelma UPBJJ perlu memberi kabar pada Pelma UT Pusat (sebaiknya) sebelum UAS dilaksanakan agar nilai UAS nantinya tidak lagi mengalami hambatan seperti yang terjadi saat ini.
Menurut ramalan cuaca alam maya (online), masa pengumuman hasil UAS 2007.2 pekan ini mencapai final ya khan ? (hehehe....betul apa bener nii ?). Nah... jangan lupa teman-teman meng-klik LKAM apakah IPK telah lebih dari 2,0 dan memenuhi syarat yudisium ?.... kalau betul berarti teman kita akan berkurang satu persatu donk.... sedih juga memang karena bakal terjadi perpisahan. Jangan lupa, bagi teman-teman yang akan wisuda dipertengahan 2008 ini ngabar-ngabari, maksudnya supaya bisa ngumpul dululah, bikin acara perpisahan keq atau apalah, mungkin ada wasiat yang perlu disampaikan dan lain-lain.
Silaturrahmi atau bertandang ke UT Pusat Pondok Cabe Pamulang Tangerang BANTEN sebaiknya diusahakan donk ! .... untuk apa ? untuk menumbuhkan rasa cinta Almamater tentunya. Yach.... minimal tiga kali datang.... walaupun jauh dan bukan dalam rangka menyelesaikan kasus nilai tak keluar. Datang kali pertama misalnya sambil registrasi, lalu datang yang kedua kali untuk merasakan UAS disekitar Pondok Cabe dan datang yang ketiga kalinya wisuda.... sambil rekreasi tentunya !.
Akhirul kalam.... harapan kita, semoga mahasiswa baru juga kian bertambah dan UAS 2008.1 yad dapat berlangsung lebih baik lagi dibandingkan dengan semester-semester sebelumnya.... amien.
Salam kompak untuk kawan semua...........
HADIJAYA (Wong kito - domisili di SERPONG TANGERANG BANTEN).

Kamis, 05 Juni 2008

PECANDU NIKOTIN PERLU MAKAN PISANG LHO...

Manfaat pisang, terutama buat yg kecanduan rokok

Kontribusi dari M. Sholikul Huda
Wednesday, 09 August 2006
Buah berkulit kuning ini selain enak dikonsumsi ternyata memiliki manfaat segudang. Dari kesehatan hingga kecantikan, akan diperoleh bagi yang rajin mengonsumsi pisang.Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan Asia Tenggara (termasuk Indonesia), Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah. Rasanya yang manis membuat banyak yang senang mengonsumsi buah ini, bahkan monyet pun penggemar buah ini. Beragam jenis pisang yang ada di pasaran, ada pisang ambon, raja, kepok, pisang susu, dll-nya. Buah berwarna kuning ini termasuk multimanfaat. Dari buah, daun, kulit, dan batangnya pun dapat digunakan. Misalnya, batang pisang dapat diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas, dsb. Sedangkan batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau di mana rumput tidak/kurang tersedia. Kulit pisang pun dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Sedangkan daun pisang dipakai sebagai pembungkus berbagai macam makanan tradisional Indonesia.Tahukah Anda kalau pisang bermanfaat bagi kesehatan tubuh? Menurut para ahli gizi, pisang mengandung banyak gizi, antar lain kalsium, lemak, kalium mineral, vitamin, karbohidrat, protein. Dari kandungan inilah maka pisang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dan kecantikan.Jika ditilik dari segi kesehatan, pisang dapat mengatasi anemia karena mengandung zat besi yang cukup banyak, kandungan asam triptopthan yang diubah menjadi serotonin (zat yang dapat mengubah suasana hati) dapat mengatasi depresi dan stres, Sedangkan kandungan vitamin B6 di dalamnya, dapat mengatur kadar glukosa dalam darah yang dapat mengubah mood.Atasi kecandungan nikotinUntuk Anda yang sering menguap, padahal tidak mengantuk berarti oksigen di dalam otak agak terganggu. Untuk mengatasinya sebaiknya Anda sering mengonsumsi pisang. Karena pisang mengandung banyak kalium, maka dapat mengembalikan kadar kalium dalam tubuh dan melancarkan pengiriman oksigen ke otak. Selain itu, pisang juga sangat baik bagi ibu yang mengandung. Kandungan asam folat di dalamnya mudah diserap oleh janin, juga baik bagi perkembangan sistem saraf janin. Selain itu, pisang juga dapat dijadikan sumber kekuatan tenaga karena mengandung gula yang dapat diubah sumber tenaga dan dapat menghilangkan rasa lelah.Dari segi kecantikan pisang biasa digunakan sebagai masker wajah, mengatasi rambut rusak dan menghaluskan tangan. Hal yang mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat banyak, pisang mampu membantu perokok mengatasi kecandungan nikotin. Karena kandungan B6 dan B12 di dalamnya membantu untuk menetralisir pengaruh nikotin.Dalam "Medicinal Uses of Bananas" menyebutkan pisang dapat menyembuhkan anemia, menurunkan tekanan darah, menambah tenaga untuk berpikir, kaya serat untuk membantu sistem saraf, dapat membantu perokok untuk menghilangkan pengaruh nikotin, stres, mencegah stroke, mengontrol temperatur badan terutama bagi ibu hamil, menetralkan keasaman lambung, dan sebagainya.Yang matang lebih baikSecara umum, kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang matang adalah sebagai berikut: kalori 99 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 25,8 miligram (mg), serat 0,7 gram, kalsium 8 mg, fosfor 28 mg, besi 0,5 mg, vitamin A44RE, Vitamin B 0,08 mg, vitamin C 3 mg dan air 72 gram.Kandungan buah pisang sangat banyak, terdiri atas mineral, vitamin, karbohidrat, serat, protein, lemak dan lain-lain, sehingga apabila orang hanya mengonsumsi buah pisang saja, sudah tercukupi secara minimal gizinya.Untuk mendapatkan manfaatnya kita tak boleh asal mengonsumsinya, pilihlah pisang yang sudang matang, yang kulitnya hijau kekuning-kuningan dengan bercak coklat atau kuning, pisang matang lebih mudah dicerna, dan gula buah diubah menjadi glukosa alami secara cepat diabsorsi ke dalam peredaran darah. Terbuktikan manfaatnya. Jadi jangan ragu menyantap buah pisang ya.Berbagai manfaat pisang1. Sebagai sumber tenagaPisang dapat dicerna dengan mudah, gula yang terdapat di buah tersebut diubah menjadi sumber tenaga yang bagus secara cepat, dan itu bagus dalam pembentukan tubuh, untuk kerja otot dan sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah.2. Untuk ibu hamilPisang juga disarankan para wanita hamil karena mengandung asam folat, yang mudah diserap janin melalui rahim. Namun, jangan terlalu berlebihan, sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori.3. Penderita AnemiaDua pisang yang dimakan oleh pasien anemia setiap hari sudah cukup, karena mengandung Fe (zat besi) tinggi.4. Penyakit usus dan perutPisang yang dicampur susu cair (atau dimasukkan dalamm segelas susu cair) dapat dihidangkan sebagai obat dalam kasus penyakit usus. Juga dapat direkomendasikan untuk pasien sakit perut dan kholik untuk menetralkan keasaman lambung.5. Baik bagi penderita leverPenderita penyakit lever bagus mengonsumsi pisang dua buah ditambah satu sendok madu, akan menambah nafsu makan dan membuat kuat.6. Manfaat bagi luka bakarDaun pisang digunakan untuk pengobatan kulit yang terbakar dengan cara dioles, campuran abu daun pisang ditambah minyak kelapa mempunyai pengaruh mendinginkan kulit.7. Manfaat bagi diabetesPada masyarakat Gorontalo (Sulawesi Utara), jenis pisang goroho yang belum matang yang dikukus dan dicampur kelapa parut muda, merupakan makanan tambahan bagi orang yang menderita penyakit gula.8. Kencatikan wajahBubur pisang dicampur dengan sedikit susu dan madu, dioleskan pada wajah setiap hari secara teratur selama 30-40 menit. Basuh dengan air hangat kemudian bilas dengan air dingin atau es, diulang selama 15 hari.9. Mengatur bobot badanPisang juga mempunyai peranan dalam penurunan berat badan seperti juga untuk menaikkan berat badan. Telah terbukti seseorang kehilangan berat badan dengan berdiet 4 (empat) buah pisang dan 4 (empat) gelas susu non fat atau susu cair per hari sedikitnya 3 hari dalam seminggu, jumlah kalori hanya 1250 dan menu tersebut cukup menyehatkan.Selain itu, diet tersebut membuat kulit wajah tidak berminyak dan bersih. Pada sisi lain, mengonsumsi satu gelas banana milk-shake dicampur madu, buah-buahan, kacang, dan mangga sesudah makan, dan menaikkan berat badan.
Komentar (6) Kutip artikel ini ke website Anda?

Seputar PLTN

Info BATAN
Sumber : http://www.batan.go.id/index_pltn.php?cat=3
Energi terbarukan lebih merusak lingkungan dibandingkan energi nuklirOleh: energiportal Kamis, Agustus 02, 2007 09:32:44. Terbarukan tidak berarti selalu hijau. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Jesse Ausubel di Rockefeller University - New York. Dalam tulisannya di Inderscience's International Journal of Nuclear Governance, Economy and Ecology, dia menjelaskan bahwa dengan membangun pembangkit listrik tenaga angin, membendung sungai, dan menanam pepohonan untuk biomass, semuanya dalam kapasitas dan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi secara global, akan mengakibatkan kerusakan lingkungan. bkhh : 2007-08-20 11:21:41
Rencana Pembangunan Reaktor Nuklir Ditolak[SEMARANG] Rencana pemerintah membangun delapan reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di semenanjung Muria, Jawa Tengah, mendapat reaksi penolakan dari para ahli nuklir dan lingkungan. Mereka minta pembangunan tersebut dihentikan, karena dampak radiasi nuklir sangat berbahaya, dan pemerintah dinilai masih belum mampu menangani dampaknya jika terjadi kebocoran. bkhh : 2007-03-02 10:53:21
PLTN Muria untuk Siapa? Oleh Zakariya AnshoriPEMERINTAH merencanakan akan membangun secara komersial Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pada tahun 2015-2016. Hal ini sesuai dengan roadmap yang disusun oleh Badan Koordinasi Energi Nasional (Bakoren) yang dipimpin oleh Menteri Negara Energi dan Sumberdaya Mineral, Purnomo Yusgiantoro. bkhh : 2007-02-28 12:35:43
Tiga Negara Siap Danai Proyek PLTNJAKARTA-Pemerintah berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia tahun 2011. Rencananya, tender akan digelar pada tahun 2007, dan bisa rampung pada 2016. Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) MS Hidayat, hingga saat ini sudah ada tiga negara yang menawarkan pinjaman, yaitu Jepang, Korea Selatan dan Prancis. Negara-negara tersebut umumnya sudah berpengalaman soal PLTN. "Bahkan Prancis 80 persen listriknya menggunakan nuklir," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, (22/02). bkhh : 2007-02-26 15:36:53
Reaktor Nuklir Pra SejarahTelah ditemukan reaktor nuklir tertua yang pernah dibuat di dunia, yang telah ada sejak 2.000.000.000 tahun yang lalu (jauh sebelum era jurassic) bkhh : 2007-02-13 11:33:28
arsip berita »