Rabu, 09 Juli 2008

Pantun Bahasa Komering

Contoh pantun yang sudah amat sering dilantunkan anak-anak muda dari komering Cempaka antara lain adalah sebagai berikut :

Pantun jak tiuh sikam, dongi koda pay :

Aluk aluk bu jangguk
Kacici pandai ngaji
Alang balak na hotuk
Kadongian jak Jambi

Bubiduk di way doros
Timbana bawak joring
Saro saro ku todos
Asak hatiku honing

Midang midang di talang
Pa halu kobun karit
Bulungna ti kulibang
Gitohna jadi duit

Dang asak kayu jati
Ina kayu campodak
Dang asak makan gaji
Ina pandai ti hodak

Sapsap ku sapsap
Anak raja nganik limus
Basa nyak burusap
Tian bola ti cangus

Hehehe... anjuk sinada pantun say biaso sikam luahko basa sikor kumpul rik kanca.

Sekalipun Suku Komering berada dalam wilayah Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) akan tetapi dari sisi bahasa tentu saja berbeda dengan bahasanya suku Palembang. Perlu anda ketahui bahwa wilayah Sumsel memiliki 5 etnis yang berbeda bahasanya, antara lain : Komering, Musi Banyuasin (Sekayu), Lahat, Ogan, dan Palembang. Bahasa Palembang (perkotaan) merupakan bahasa yang dapat dimengerti oleh berbagai komunitas etnik tersebut. Bahasa suku Palembang dapat disimak dari cuplikan pantunnya sebagai berikut :

Inila diyo pantun wong kito yang biaso galak kami baco mon lagi ngumpul samo kawan :

Nak kemano kau bujang
Nak nyari umpan cacing
Nak kemano kau bujang
Nak nyari gadis keriting

Alangka lemak beli cempedak
Makan cempedak dibagi duo
Alangka lemak tunangan parak
Tunangan parak senangla galo

Tentu saja nyata sekali perbedaannya. Pada umumnya orang dari berbagai etnis mengerti berbahasa suku Palembang namun komunitas suku Palembang hanya mengerti sedikit bahasa komering, sekayu, ogan dan lahat dan sulit menguasai percakapan (conversation).

Pantun Nasihat

TINTA PRINTER YANG MEMBEKU

Sang waktu senantiasa melaju
Dan tak mungkin mau menunggu
Materilah yang selalu menanti waktu
Menghamburkannya sebagaimana perlu
Tanpa peduli.... waktu pasti ’kan berlalu !

Cermati olehmu menejemen waktu...
Itu adalah wasiat Pangersa Guru
Cendekiawan nan sarat ilmu,
Pembaca dan penulis buku.
Karyawan dan juga serdadu....
Jika kalian pandai mencermati itu,
Maka tak ’kan pernah terburu-buru
Seperti si Blegug yang dikejar hantu

Bapak dia... orang nomor satu...
Dipercaya memimpin pabrik sepatu
Mobilnya-pun selalu baru !
Setelah bedug subuh bertalu-talu
Sang bapak mulai melaju...

Si Ibu adalah sarjana FISIP S-1
Alumni dari Universitas ANU
Wanita berdarah biru yang ayu.
Keluarga ini sedang tak punya babu
Maka si Ibu yang padamkan lampu
Pagi-pagi dia-pun mulai menyapu
Sementara si Blegug tak mau tau
Dibuai hayalan sampai jam 7

Pandangannya redup dan sayu
Badan lunglai dan tampak kuyu
Dipunggung terhampar panu...
Mengidap pula gejala usus buntu

Dia berdiri termangu-mangu
Lalu jongkok bagai terpaku
Tempo-tempo dia cemburu
Terkadang tensinya bagai dipacu
Ketika dilirik tersipu-sipu
Menatap langit ... lalu ’ngguyu
Masa depan nan kelabu ...

Ketika itu hari sabtu...
Ia memakai kaos berlogo kutu
Lengas kuali dibikinnya gincu
Barusan selesai nyanyikan lagu :
” Buka pintu... buka pintu...”
Tiba-tiba ia diringkus intel Si Mata Hiu
Digiring tamu itu naik perahu
Diasingkannya ke Pulau Sembilu
Delik pertama ... pengguna shabu !
Dakwaan kedua ... ijazah palsu !

Tinta hitam yang membeku
Didalam head printer kesulitan metu
Maka tulisan ijazah jadi tampil abu-abu
Tapi karyawan “blegug” diam membisu
Lebih asyik mendengar nyanyian merdu
Sambil jarinya ketok-ketok bangku
Unit kerja itu ... tak menjunjung mutu

Kualitas tulisan mengundang tipu
Print out samar bisa dihapus tissu
Dicetak ulang dengan nama cucu
Ini tentu saja perbuatan keliru !
Namun situasinya bangkitkan napsu
Konon...ijazah aspal dijual laku
Bahkan bisa dibarter lembu
Konsumennya tentulah ”anak berudu”
Yang bermanja dibawah ketiak ibu
Awal mula hidupnya bermanis madu
Akhirnya di-bui sepahit empedu
Wastaghfiruhu... !!

Ijazah cetak borong ini membikin lesu
Tulisan yang tertera seharusnya jitu
Bukan tinta yang hanya tahan seminggu
Walaupun lembar ijazah hampir 3 ribu
Jangan pula minjam tekenan pembantu
Dari cross check mata hiu ... dia tau
Ayunan pulpen seolah malu-malu
Seperti gadis lugu pengantin baru
Berbaring gusar dalam kelambu...
Melihat kakanda pegangi cerutu
Yang kian mengeras bagaikan batu

Goresan pulpen yang begitu kaku
Tarikan garisnya seakan penuh ragu
Nyata kalau itu tekenannya orang T.U
Apa ini dibenarkan, lalu anda setuju ?!

Setelah bertapa hampir sewindu...
Masih perlu ambegan tanpo nesu !
Agar besok sekolah kita tak bikin malu,
Maka janganlah teledor wahai bapak-ibu !