Senin, 23 Juni 2008

IKUT MUNAS TAPI MASIH WARAS

TERBUKA... sebuah nama Universitas
Belajar jarak jauh menjadi ciri khas
Pondok Cabe (PC) tempatnya bermarkas
Sebagai sentral pengendalian aktivitas

Namun PC pusat kemacetan lalu lintas
Padahal disitu IKA Ute akan ber-Munas
Maka ... janganlah lupa siapkan Satgas
Kerahkan adikmu yang berwajah ganas

Dia ... yang mampu bertindak tegas
Bergerak lincah dan sangat tangkas
Tapi tetap santun dan tidak beringas
Terutama mereka ... yang mau ikhlas
Dan dia … yang anti permainan culas

Bukan ... yang suka bermalas-malas
Atawa tangannya yang suka meremas
Mata ... yang suka ngintipin brankas
Berkacak pinggang dan lempar gelas
Akrabnya cuma dengan miras...
Dekat ujian ... Tutorial ke ”Malvinas”

Kalo ada joky nyelinap saat UAS
Jangan segan lapor Petugas
Jangan pula dia kau tebas
Karena dia itu bukanlah unggas
Maka ... cukup bawa dia ke Lapas

Ketika masuki era tinggal landas
Semua yang maya seakan buas
Siapa berhenti akan tergilas
Apapun penghalang pasti dilibas

Benda yang samar terlihat kontras
Layanan baik-pun tak jamin puas
Apalagi buruk pasti diberantas
Tak kuat iman tentu ’kan cemas

Adalah alumni bernama Anas
Pria yang ngaku dari Andalas
Selain berbisnis tanaman hias
Juga kerjanya nyopir Bis Patas

Pagi hari start dari Kebon Nanas
Menuju Senen ... lewati Monas
Tiba-tiba sepeda motor melintas
Sang pengendara nyaris tergilas

Si hitam manis lambaikan kipas
Tak salah ingat namanya Imas
Disiang bolong berteriak keras...
”Hai alumni IKA UTeee... horaaas !”

Nyopir bis seharusnya mawas
Tetaplah tenang dan jangan waswas
Keselamatan umum jadikan prioritas
Supaya bisa pulang bawa beras

Kumpulkanlah terus uang kertas
Dihemat dan ditabung yang selaras
Kalaulah cukup belikan kulkas
Atawa buat beli gelang emas

Ingatlah... wahai mbakyu dan mas
Dijaman sulit pengeluaran harus jelas
Yang tak urgen perlu dipangkas
Beli sesuatu hanya yang pantas

Lihatlah kebawah banyak yang melas
Mereka yang tak punya kompor gas
Memakai kayu kering sebagai kokas
Setiap hari meniup arang panas
Mukanya lebam dan mengelupas

Petak sawah mereka sudah dilepas
Sisa warisan habis terkuras
Gentingpun bocor air tampias
BBM naik... nasibnya na’as
Dilupakan ?... tentu dia ‘kan tewas !

Alumni IKA UTe mengenakan jas
Gayanya hendsyem penuh formalitas
Hadir ke Munas dengan bergegas
Sambil mengusung bermacam berkas

... itulah tugas-tugas
... untuk digagas,
... lalu dibahas,
... dan harus tuntas !!

Mereka siap bekerja keras
Walaupun diwisma banyak nian agas
Gatal dikukur pakai ampelas
Pipi yang halus menjadi buras

Gunakan saja air lengkuas
Lalu gatalnya dikuwas-kuwas
Cukup memakai secuil kapas
Gosok terus buuuk... sampai puas !

Memang rasanya sedikit pedas
Tapi manjur dan tak merusak paras
Rasa gatal dijamin bebas
Namun ... sesudahnya perlu dibilas
Supaya tak ada bau membekas

Sebelum bapak masuki kelas...
Bacalah dulu iklan di ”Kompas”
Cari tau villa berhalaman luas
Yang dikelola... abah Cibodas

Refreshing ’kan perlu... pasca tugas
Supaya semuanya menjadi impas
Kepala ringan bak habis keramas
Otot yang kaku kembali lemas

Maklumlah ... namanya juga Munas
Pemikiran peserta bakal terkuras
Keluargamu tentu menanti cemas
Berharap kau pulang dan masih waras

Selamat ber-Munas ... hehehe .... hehehe...

Serpong, 11 Juni 2008

Tidak ada komentar: