HADIJAYA
glr Sangun Pengiran Dunggak Ijan
Dilahirkan pada pertengahan Januari tahun 1960 di sebuah rumah dinas komplek RS. Jiwa (kini RS. Dr. Ernaldi Bahar) Jalan H. Berlian – Sukabangun Palembang. Ayahanda adalah H. Dahlan Djaya Sempurna glr Mentri Dermawan bin Hayat glr Pandita Radja, adalah seorang pensiunan Mantri Jiwa yang pernah menyelesaikan pendidikan perawatan kesehatan jiwa di RS. Jiwa Cilendek Bogor era tahun 50-an (glr = julukan). Sedangkan Ibunda bernama Halimah binti H. Yahya Mangku Negara, ibu rumah tangga sekaligus sebagai ustadzah. Kedua orangtua merupakan pewaris keturunan PATIH RANGGO yang merintis kampung anak keturunan yang kini dikenal dengan nama Kampung Semendawai Kecamatan Cempaka Kabupaten Ogan Komering Ulu (adanya pengembangan wilayah OKU, kini berubah nama menjadi OKU TIMUR dan OKU BARAT). Nama kampung ini mirip dengan nama Semendawai di Kalimantan. Konon nama tersebut diberikan Belanda karena berdasarkan penelitian mereka bahwa karakteristik masyarakat setempat mirip dengan suku Dayak yang mereka pernah ketahui sebelumnya... Belanda menyebut sebagai JOLMA DAYA. Pengertian ini sebetulnya bermakna sebagai “orang yang berkekuatan (berdaya)”… karena awal mula pembentukan Sriwijaya adalah gabungan 1000 pemuda dari tiap kampung disepanjang sungai Komering yang menyatukan diri sebagai prajurit. Disebut sebagai orang yang berkekuatan karena didaerah ini semenjak doeloe kala sudah ada basis ilmu-ilmu supra natural. Nama komering konon menggunakan nama saudagar India yang ketika itu aktif mengumpulkan buah gambir dan rempah dari Komering Ulu. … demikian ceritanya, wallahualam bisshawab.
Ogan dan Komering Ulu (OKU) itu masing-masing sebetulnya adalah nama dua sungai, yaitu sungai Ogan dan sungai Komering dimana disepanjang alur sungai tersebut berdiri sejumlah perkampungan.
Tak jarang “anak komering ulu (anku)” yang mengklaim dirinya sebagai cucu Tandipulau atau tuan di pulau (julukan bagi seorang sakti yang makamnya hingga kini dikeramatkan di komering) dan yang lucu adalah anku tersebut tak dapat menunjukkan silsilah garis keturunan yang tersambung kepada Tandipulau.
Tandipulau menurut penuturan beberapa sesepuh Iwari Cempaka adalah seorang penyebar ajaran islam yang bernama Syech Hamim Muhamim atau Syeh Abdurahman.
Anak keturunan masyarakat komering yang memiliki silsilah otentik adalah tersambung dengan PATIH RANGGO. Benda bersejarah yang mereka wariskan dan hingga kini berada ditangan saya adalah sebuah senjata tombak yang dinamai “Surampang Kalacerta”.
Berdasarkan silsilah patriachat yang dimiliki ayahanda saya (dari catatan yang ditulis kakek kami Hayat Panditaradja yang pernah menjadi Punggawo 1937-1943) , maka nama lengkap saya :
Hadijaya bin H. Dahlan Mantri Dermawan bin Hayat Panditaradja bin Punggawo Djaga Desa bin Depati Cahya Marga bin Depati Pulau Enggang bin Kaypati bin Patih Ranggo.
Hadijaya adalah putra kedua dari tujuh bersaudara. Putra/ putri pertama (kakak sulung) bernama Dr. Rosdiana, seorang dokter Kesehatan Jiwa. Adik (nomor 3) bernama Zulkifli ST.Ars., seorang Arsitek. Adik (nomor 4), bernama Yuni Lusida, S.Kes, pengadministrasi rumah sakit. Adik (nomor 5), bernama Robbani Fitry, Serka Polisi. Adik (nomor 6) bernama Andi Sriwijaya SE, Menejer perusahaan jasa pengiriman barang di Palembang. Adik bontot (nomor 7,) bernama Nurkhasanah SE, ibu rumahtangga/ isteri Komisaris Polisi di Palembang.
Riwayat singkat pendidikan… Dimulai dari masuk sekolah Taman Kanak-kanak dan SD Muhammadiyah di Balayudha Palembang. SMP Negeri 10 di Ariodillah Palembang. STM Kimia di Palembang. Akademi Perindustrian (Tehnologi Industri) Yogyakarta dan Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan (Kimia) di Universitas Terbuka. Saat ini tengah mempersiapkan pendidikan lanjut Magister Education di sebuah Perguruan Tinggi swasta di Jakarta.
Hadijaya, memiliki seorang isteri bernama Isrofie Abdul Hadi yang berasal dari Magelang. Memiliki 3 putra, masing-masing bernama Tamam Galihway, Irhamullah Danalhad dan Arief Hidayatullah.
Bekerja sebagai fungsional Litkayasa disebuah Lembaga Litbang di Serpong dan sebagai Tenaga Pengajar Ekstra Kurikuler Penelitian/ Karya Ilmiah Remaja di beberapa SMA (negeri maupun swasta) diwilayah Bogor dan Tangerang. Sebagai fungsional penelitian dan perekayasaan (Litkayasa) tentu saja aktif menulis makalah dan kadang-kadang juga membuat cerpen termasuk pantun… hehehe.
Minggu, 10 Agustus 2008
Langganan:
Komentar (Atom)
